Apartemen Surabaya

Panduan Lengkap Apartemen yang Wajib Diketahui

Tata cara jual beli apartemen Surabaya kurang lebih sama dengan pembelian rumah pada umumnya. Bisa dibayar secara tunai atau kredit. Ada pula pilihan pembayaran tunai bertahap sesuai kesepakatan dengan pengembang atau melalui Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).  Pada umumnya tata cara jual beli apartemen langsung dari developer tidak ready-stock, dengan kata lain gedung apartemen belum dibangun. Jadi pengembang baru mempromosikan maket dan gambar hasil jadi apartemen. Oleh sebab itu kamu sebagai pembeli harus jeli melihat apakah developer tersebut sudah memiliki kredibilitas dan track-record bagus, punya ijin mengantongi site-plan, tanah dan bangunan sudah dikuasai developer sepenuhnya.

Bagi kamu yang tinggal di kota megapolitan dengan permasalahan kemacetan lalu lintas yang parah, membeli apartemen yang dekat dengan lokasi kantor tempat bekerja merupakan pilihan yang tepat. Selain menghemat waktu dan tenaga kamu, apartemen bisa menjadi investasi yang bagus, terutama apartemen di daerah padat perkantoran.

Apartemen Surabaya

Setelah kamu yakin hendak membeli apartemen yang kamu inginkan maka kamu perlu juga menanyakan dengan jelas fasilitas yang kamu dapatkan di apartemen tersebut. Termasuk petugas keamanan, cctv, fasilitas tempat parkir, dan lain-lain. Selanjutnya pikirkan baik-baik posisi apartemen yang akan kamu tempati, di lantai berapa, view jendela dan posisi strategis yang akan kamu pilih. Setelah mantap kamu bisa melanjutkannya pada proses pembelian apartemen. Berikut kami rangkumkan untuk kamu tata cara jual beli apartemen yang perlu kamu ketahui:

  • Pembayaran Booking Fee

Developer selalu memberikan syarat pada para pembeli yang berminat untuk membayar booking fee atau biaya pemesanan awal. Besarnya antara 5 juta hingga 10 juta rupiah tergantung besar kecilnya nilau unit yang dipilih. Ini merupakan cara developer mengikat perjanjian pembelian awal dengan memberikan Nomor Urut Beli (NUB).  NUB merupakan dokumen pemesanan unit yang menjelaskan tipe unit apartemen dan lokasi, kuitansi dan cara pembayaran selanjutnya.  Sebagai imbal baliknya, developer akan memberikan hadiah bagi para pemesan yang sudah memberikan pembayaran. Sekali lagi kamu harus mengecek dan mengkaji ulang sebelum melakukan pembayaran. Sebab bila kamu berubah pikiran dikemudian hari dan tidak jadi membeli, uang pemesanan tidak bisa ditarik kembali alias hangus.

  • Pembayaran Uang Muka

Pada tahap pembayaran uang muka ini, lebih disarankan kamu menggunakan cara kredit. Hal ini cukup meringankan pembeli. Pada umumnya developer mengkalkulasi lama angsuran uang muka dari proses pembangunan apartemen di lapangan. Perkembangan bangunan apartemen 30% disamakan dengan nilai uang muka 30%. Progress 30% ini sama dengan berdirinya pondasi, struktur lantai dasar dan basement bangunan yang sedang dikerjakan.

Lama angsuran yang ditawarkan oleh pihak developer beragam. Mulai 3x angsuran hingga 12x. Disarankan kamu memilih Angsuran terpanjang sambil memantau progress pembangunan gedung. Disini keterbukaan pihak developer menjawab dan berkomunikasi dengan kamu sebagai pembeli tentunya meningkatkan kepercayaan dan menunjukkan kredibilitas pengembang. Sehingga kamu juga sama-sama merasa aman dengan progress bangunan dengan biaya DP yang telah kamu setorkan.

Dalam proses ini, pengembang akan meminta kelengkapan surat-surat dari pihak pembeli. Kelengkapan surat-surat ini selanjutkan akan dibuatkan dokumen Perjanjian Pengikat Jual Beli (PPJB) yang akan diserahkan kepada pembeli saat pelunasan Uang Muka pembelian apartemen. Kelengkapan surat-surat yang harus diserahkan  tersebut adalah:

  • KTP suami istri (apabila pembeli sudah berkeluarga) dan Kartu Keluarga,
  • Pelunasan BPHTB
  • Kwitansi pelunasan pemesanan diatas materai di tanda tangani oleh kedua belah pihak.

Kelengkapan ini nantinya akan digunakan dalam proses mengurus Perjanjian Pengikat Jual Beli dan Akta Jual Beli melalui PPAT atau notaris.

  • Penerimaan Bukti PPJB

Setelah Uang Muka telah lunas dibayarkan, maka kamu akan mendapatkan dokumen PPJB (Perjanjian Pengikat Jual Beli) apartemen. Dokumen ini berisi kesepakanan pihak developer dengan kamu sebagai pembeli apartemen Surabaya, melakukan proses jual beli apartemen. Dokumen ini bersifat sementara sebelum Akta Jual Beli diserahkan pada saat kamu menyelesaikan keseluruhan pembayaran harga unit apartemen yang dipilih.

  • Kredit/Tunai Pelunasan Apartemen

Setelah menerima PPJB, kamu sebagai pembeli berkewajiban melunasi harga unit apartemen. Baik melalui cara tunai, kredit, atau melalui fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen. Disarankan bagi kamu membayar harga apartemen dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KTA) yang telah ditawarkan bank dengan perhitungan lebih meringankan kamu sebagai pembeli.

Dalam pengajuan KTA syarat yang harus dipenuhi pada pihak bank sama seperti pengajuan kredit pada umumnya:

  • Fotokopi KTP, KK, dan Surat Nikah,
  • Pas Foto pembeli
  • Fotokopi surat-surat kepemilikan apartemen (SHM/SHGB dan IMB)
  • Fotokopi surat keterangan pegawai tetap, slip gaji dan NPWP

KPA memberikan bunga yang meski pembeli bayarkan selama masa cicilan. Suku bunga KPA bank dipengaruhi banyak faktor salah satunya besar pinjaman. Misalkan saja KPA dari BTN. Bila Annda meminjam di atas 350 juta, maka besar suku bunga KTA adalah 12 persen. Bila pinjaman dibawah 350 juta, besar suku bunganya 11,5 persen. Suku bunga tersebut bernilai tetap selama satu tahun. Namun selepas itu mengikuti suku bunga mengambang, artinya suku bunga mengikuti banga Bank Indonesia tahun berikutnya. Beda bank beda pula peraturannya. Ada pula yang menetapkan suku bunga tetap selama 1 hingga 15 tahun.

Itulah rangkuman yang kami himpun tentang tata cara jual beli apartemen Surabaya. Semoga bermanfaat bagi kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *